SMAN 1 LEPAR PONGOK

Jalan Merdeka No.1 Tanjung Labu, Kec. Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan

BERKARAKTER, BERPRESTASI, DAN BERWAWASAN, LINGKUNGAN

TRADISI SEDEKAH RUAH DI PULAU LEPAR

Rabu, 31 Maret 2021 ~ Oleh admin sekolah ~ Dilihat 181 Kali

Sedekah ruah, sebuah tradisi turun temurun yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat di Pulau Lepar. Menurut Bapak Sahroni, tokoh agama setempat, sedekah ruah memiliki makna yaitu untuk mengingat mati, meminta ampunan, serta tidak lupa pula untuk selalu ingat kepada Allah SWT. Sedekah ruah ini sangat identik dengan malam nisfu sya’ban.

Bulan sya’ban adalah bulan ke-8 dari kalender Hijriyah yang berada setelah bulan  Rajab dan  sebelum bulan Ramadan. Salah satu peristiwa penting yang terjadi di bulan Sya'ban adalah perpindahan arah kiblat dari Masjidil Aqso ke Ka'bah di Mekkah. Peristiwa ini juga diabadikan di surat Al-Baqarah, Keistimewaan  Nifsu Sya'ban sendiri yaitu diampunkannya  dosa bagi umat yang memohon ampunan kepada Allah.  

Pelaksanaan sedekah ruah ini dilaksanakan dari malam nisfu sya’ban dengan  melakukan amalan yang diajurkan yaitu membaca  yasin dan beristigfar memohon ampunan Allah SWT. Adat Bangka Belitung seperti "nganggung" atau membawa makanan dari rumah masing-masing bagi yang mampu juga dilakukan pada malam itu untuk meramaikan masjid.

Kemudian keesokan harinya melakukan puasa Sya’ban dan ziarah ke makam sanak saudara untuk didoakan. Ada juga sebagian masyarakat yang memperindah makam saudaranya pada bulan ini.  Hari berikutnya pada waktu pagi hari atau waktu yang ditentukan akan dilakukan tahlil disertai nganggung di masjid dengan berbagai jenis makanan. Setelah pulang dari masjid maka masyarakat akan saling berkunjung atau bersilahturahmi dari rumah kerumah.

Kemudian di siang harinya muda mudi yang ada di Pulau ini akan berbondong-bondong mengunjungi Pantai Lampu yang ada di Tanjung Labu untuk menikmati hiburan yang disediakan oleh pihak desa atau sumbangan sukarela.  

Menurut Bapak Sahroni tidak terdapat hadist yangg menyatakan perihal sedekah ruah, hal ini hanya dikarenakan umat islam begitu antusias karena perpindahan arah kiblat dan keistimewaan bulan Sya’ban. Menurut beliau tradisi sedekah ruah ini tidak menyimpang dari ajaran Agama Islam. Banyak nilai-nilai positif dari sedekah ruah sendiri yaitu mempererat silahturahmi, memberikan kesadaran akan kematian dan lebih meningkatkan ketakwaan.

Berdasarkan sudut pandang dari masyarakat pada umumnya sedekah ruah ini bermakna untuk mengenang dan mendoakan para leluhur yg sudah meninggal dunia. Tujuan mereka dalam mengikuti sedekah ruah ini yaitu untuk meningkatkan silahturahmi antar sesama. Bahkan tidak jarang banyak masyarakat daerah di sekitarnya yang datang ke pulau ini untuk bersilahturahmi pada waktu sedekah ruah. Di Lepar Pongok sendiri ada makanan khas yang akan disajikan pada sedekah ruah ini yaitu ketupat dan tapai nasi atau masyarakat lokal menyebutnya tapai pulut.

Gambar: Tapai Pulut khas Pulau Lepar

Menurut salah satu tokoh masayarakat Bapak Bujang, terdapat perbedaan sedekah ruah dulu dan  sekarang. Perayaan sedekah ruah saat ini lebih meriah dan menyerupai peringatan hari Raya Idul Fitri. Dalam pelaksannannya tidak ada motif politik dan paksaan dari pihak manapun. Dalam pelaksanaannya  masyarakat sudah mempersiapkan anggaran khusus untuk sedekah ruah ini jauh-jauh hari.  Dan menurut beliau di bulan sya'ban ini pendapatan masyarakat sekitar meningkat apalagi di bidang  perikanan. Sebenarnya sedekah ruah ini tidak hanya dilaksanakan di Pulau Lepar saja, di beberapa daerah di Bangka Belitung juga melakukkan sedekah ruah ini. Hanya saja waktunya berbeda dan tidak meriah seperti di Pulau Lepar Pongok.  (Nova/Didin, KIR)

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

JASMAN, S.Pd. Ekop, M.Pd

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, atas izin dan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa akhirnya Website resmi SMAN 1 LEPAR PONGOK kini…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah Website ini sudah memberikan informasi yang lengkap ?

LIHAT HASIL